'Nggak Main-main', Prabowo Tantang Bahlil Kelarkan PLTS 100 GW dalam 3 Tahun, Iming-imingi Bintang Kehormatan
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) ramp
KUPANG -Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 7.029 gempa susulan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026). Aktivitas gempa susulan diperkirakan masih berlangsung hingga tiga sampai empat pekan setelah gempa utama atau sekitar awal September 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pola gempa susulan masih akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
"Pola ini (gempa bumi susulan) akan berlangsung sampai 3-4 minggu setelah gempa utama terjadi," kata Berton, Selasa (25/8/2026).Berdasarkan data BMKG yang disampaikan BNPB, gempa susulan telah mencapai 7.029 kejadian. Kekuatan gempa susulan bervariasi, mulai dari Magnitudo 6,2 hingga yang terkecil Magnitudo 1,1.
"Sebagaimana kita tahu bahwa gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 bahwa berkekuatan 7,7 SR itu disertai gempa susulan. Saat ini gempa susulan sudah tercatat di BMKG sebanyak 7.029 kali," ujarnya.Aktivitas gempa susulan juga dapat terjadi dengan frekuensi tinggi dalam satu hari. Pada Senin (24/8/2026) saja, tercatat 141 gempa susulan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah terdampak masih harus meningkatkan kewaspadaan. Gempa susulan juga menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian warga memilih tetap berada di lokasi pengungsian.Sementara itu, BNPB mencatat jumlah korban meninggal akibat dampak gempa NTT telah mencapai 103 orang hingga Selasa (25/8/2026).
Data tersebut mencakup korban yang meninggal akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari bencana gempa. Selain korban meninggal, ribuan warga juga mengalami luka-luka dan terdampak kerusakan rumah maupun fasilitas umum.Pemerintah bersama BNPB dan sejumlah instansi terkait terus melakukan penanganan di wilayah terdampak, termasuk pemantauan aktivitas gempa, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan serta pemenuhan kebutuhan warga yang masih mengungsi.
BNPB mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah selama aktivitas gempa susulan masih berlangsung.* (in/dh)Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 7.029 gempa susulan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026). Aktivitas gempa susulan diperkirakan masih berlangsung hingga tiga sampai empat pekan setelah gempa utama atau sekitar awal September 2026.Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pola gempa susulan masih akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
"Pola ini (gempa bumi susulan) akan berlangsung sampai 3-4 minggu setelah gempa utama terjadi," kata Berton, Selasa (25/8/2026).
Temukan lebih banyak
Berita Lokal
hukum
Berita Olahraga
11 Hari Diguncang 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 103 OrangBerdasarkan data BMKG yang disampaikan BNPB, gempa susulan telah mencapai 7.029 kejadian. Kekuatan gempa susulan bervariasi, mulai dari Magnitudo 6,2 hingga yang terkecil Magnitudo 1,1.
"Sebagaimana kita tahu bahwa gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 bahwa berkekuatan 7,7 SR itu disertai gempa susulan. Saat ini gempa susulan sudah tercatat di BMKG sebanyak 7.029 kali," ujarnya.Aktivitas gempa susulan juga dapat terjadi dengan frekuensi tinggi dalam satu hari. Pada Senin (24/8/2026) saja, tercatat 141 gempa susulan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah terdampak masih harus meningkatkan kewaspadaan. Gempa susulan juga menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian warga memilih tetap berada di lokasi pengungsian.
Temukan lebih banyak
Liputan Khusus
Berita Internasional
PolitikSementara itu, BNPB mencatat jumlah korban meninggal akibat dampak gempa NTT telah mencapai 103 orang hingga Selasa (25/8/2026).
Data tersebut mencakup korban yang meninggal akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari bencana gempa. Selain korban meninggal, ribuan warga juga mengalami luka-luka dan terdampak kerusakan rumah maupun fasilitas umum. Pemerintah bersama BNPB dan sejumlah instansi terkait terus melakukan penanganan di wilayah terdampak, termasuk pemantauan aktivitas gempa, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan serta pemenuhan kebutuhan warga yang masih mengungsi.
BNPB mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah selama aktivitas gempa susulan masih berlangsung.* (in/dh)Artikel ini sudah tayang di www.bitvonline.com pada 25 Agustus 2026 pukul 20.08 WIB
Judul artikel: 7.029 Kali Bumi Bergetar, BNPB Prediksi Gempa Susulan NTT Baru Reda Awal September
Link Artikel: https://www.bitvonline.com/nasional/76245/7029-kali-bumi-bergetar-bnpb-prediksi-gempa-susulan-ntt-baru-reda-awal-september/
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) ramp
KUPANG Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 7.029 gempa susulan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama M