<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.buanatv.com/</link>
        <description>Buana TV | Independen, Aktual &amp; Terpercaya</description>
        <lastBuildDate>Sun, 11 Oct 2026 05:03:30 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Camat Tanjung Tiram Pimpin Koordinasi Bersama Polsek Talawi Tangani Tawuran Remaja di Desa Suka Jaya</guid>
            <pubDate>Tue, 08 Sep 2026 16:12:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Camat Tanjung Tiram Pimpin Koordinasi Bersama Polsek Talawi Tangani Tawuran Remaja di Desa Suka Jaya]]></title>
            <description><![CDATA[BATU BARA  Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram menggelar rapat koordinasi bersama Polsek Talawi dan Pemerintah Desa Suka Jaya dalam rangka]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>BATU BARA &ndash; </b>Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram menggelar rapat koordinasi bersama Polsek Talawi dan Pemerintah Desa Suka Jaya dalam rangka mencari solusi serta mengambil langkah konkret untuk mengatasi aksi tawuran yang melibatkan anak-anak dan remaja di Desa Suka Jaya, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara.</p>[adsense]<p><br>Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, sebagai bentuk keseriusan pemerintah bersama aparat keamanan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Tanjung Tiram.</p><p><br>Kegiatan tersebut dihadiri Camat Tanjung Tiram Yusrizal, Kapolsek Talawi beserta jajaran, Sekretaris Camat Tanjung Tiram, Kasi Pelmas Trantib Kecamatan Tanjung Tiram, Kepala Desa Suka Jaya, serta para Kepala Dusun Desa Suka Jaya.</p>[adsense]<p><br>Dalam rapat tersebut, seluruh unsur yang hadir membahas langkah-langkah strategis untuk mencegah dan mengatasi aksi tawuran yang melibatkan anak-anak dan remaja.</p><p><br>Camat Tanjung Tiram, Yusrizal, menegaskan bahwa persoalan tawuran harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, penanganan kenakalan remaja tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada aparat kepolisian, tetapi membutuhkan peran aktif pemerintah, orang tua, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar.</p>[adsense]<p><br>&laquo;"Persoalan tawuran ini harus kita tangani bersama. Jangan sampai anak-anak kita terjerumus ke dalam tindakan yang dapat merusak masa depan mereka. Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anaknya," ujar Yusrizal.</p><p><br>Ia mengatakan, Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram akan terus membangun koordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah desa, kepala dusun serta seluruh elemen masyarakat dalam melakukan langkah-langkah pencegahan.</p>[adsense]<p><br>Menurut Yusrizal, pendekatan persuasif kepada anak-anak dan keluarga perlu dilakukan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dari akar permasalahannya.</p><p><br>"Kami berharap seluruh elemen masyarakat ikut bertanggung jawab. Jangan menunggu sampai terjadi tawuran. Jika ada potensi atau tanda-tanda yang mengarah kepada gangguan keamanan, segera lakukan koordinasi dengan pemerintah desa maupun aparat keamanan," tegasnya.</p>[adsense]<p><br>Lebih lanjut, Camat Tanjung Tiram menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut tidak hanya sebatas pertemuan, tetapi akan ditindaklanjuti dengan langkah nyata di lapangan, termasuk meningkatkan pengawasan di lingkungan desa dan melakukan pendekatan langsung kepada keluarga anak-anak yang diduga terlibat tawuran.</p><p><br>Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram bersama Polsek Talawi dan Pemerintah Desa Suka Jaya berkomitmen untuk terus bersinergi menciptakan situasi yang aman dan kondusif.</p>[adsense]<p><br>Usai rapat koordinasi, unsur pemerintah kecamatan, aparat kepolisian, pemerintah desa dan pihak terkait juga melakukan langkah preventif dengan memberikan imbauan kepada masyarakat serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja di wilayah Desa Suka Jaya.<hr></p><p><br>Melalui sinergi seluruh pihak, diharapkan aksi tawuran tidak kembali terjadi dan generasi muda di Kecamatan Tanjung Tiram dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, positif dan kondusif.<i>mk_03</i></p>[adsense]<p></p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/uploads/images/2026/09/_5859_Camat-Tanjung-Tiram-Pimpin-Koordinasi-Bersama-Polsek-Talawi-Tangani-Tawuran-Remaja-di-Desa-Suka-Jaya.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/pemerintahan/16/camat-tanjung-tiram-pimpin-koordinasi-bersama-polsek-talawi-tangani-tawuran-remaja-di-desa-suka-jaya/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Cegah Tawuran Berulang, Polsek Talawi Bersama TNI dan Pemerintah Datangi Rumah Remaja di Tanjung Tiram</guid>
            <pubDate>Tue, 08 Sep 2026 15:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Cegah Tawuran Berulang, Polsek Talawi Bersama TNI dan Pemerintah Datangi Rumah Remaja di Tanjung Tiram]]></title>
            <description><![CDATA[BATU BARA  Dalam upaya mencegah kembali terjadinya aksi tawuran antar remaja, Kepolisian Sektor (Polsek) Talawi, Polres Batu Bara, bersam]]></description>
            <content><![CDATA[<p><b>BATU BARA</b> &ndash; Dalam upaya mencegah kembali terjadinya aksi tawuran antar remaja, Kepolisian Sektor (Polsek) Talawi, Polres Batu Bara, bersama Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram dan Pemerintah Desa Suka Jaya melakukan kunjungan door to door ke sejumlah rumah orang tua remaja yang diduga terlibat aksi tawuran di wilayah Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara.</p>[adsense]<p>Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif sekaligus bentuk kepedulian aparat keamanan dan pemerintah terhadap maraknya potensi kenakalan remaja yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).</p><p>Sebelum melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga, Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram bersama personel TNI-Polri terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi di Kantor Desa Suka Jaya, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara.</p>[adsense]<p>Rapat tersebut membahas langkah-langkah pencegahan serta upaya bersama dalam mengantisipasi agar aksi tawuran yang melibatkan remaja tidak kembali terjadi.</p><p>Dalam kegiatan door to door, petugas memberikan imbauan dan sosialisasi kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, khususnya dalam pergaulan sehari-hari.</p>[adsense]<p>Para orang tua diingatkan untuk tidak membiarkan anak-anak mereka terlibat dalam aksi tawuran maupun kegiatan negatif lainnya yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.</p><p>Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Tanjung Tiram Yusrizal, Kapolsek Talawi AKP Arianto Sitorus, Kanit Reskrim Polsek Talawi IPDA R. Marbun, sejumlah kanit dan personel Polsek Talawi, serta Kepala Desa Suka Jaya Parul Rozi bersama perangkat desa.</p>[adsense]<p>Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan personel Babinsa Koramil 05 Tanjung Tiram serta perwakilan Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial Republik Indonesia.</p><p>Kanit Reskrim Polsek Talawi, IPDA R. Marbun, mengatakan kegiatan door to door tersebut merupakan salah satu langkah konkret yang dilakukan kepolisian bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk mengantisipasi terulangnya aksi tawuran yang melibatkan remaja dari Desa Suka Jaya dan wilayah sekitarnya.</p>[adsense]<p>&laquo;&quot;Dalam kegiatan tersebut, kami menyampaikan imbauan serta pesan-pesan Kamtibmas kepada para orang tua dan masyarakat agar bersama-sama menolak dan mencegah aksi tawuran,&quot; ujar IPDA R. Marbun.&raquo;</p><p>Menurutnya, peran orang tua memiliki posisi yang sangat penting dalam membentuk karakter dan mengawasi pergaulan anak-anak, terutama di tengah perkembangan lingkungan sosial yang semakin kompleks.</p>[adsense]<p>Ia berharap adanya sinergi yang kuat antara kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.<hr></p><p>&quot;Pencegahan tawuran tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat. Dibutuhkan peran aktif seluruh pihak, terutama keluarga dan orang tua, dalam mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam tindakan yang dapat merusak masa depan mereka,&quot; tambahnya.</p>[adsense]<p>Polsek Talawi juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya potensi tawuran maupun gangguan Kamtibmas lainnya.</p><p>Melalui pendekatan langsung kepada keluarga para remaja, diharapkan langkah ini dapat memberikan efek positif dan kesadaran bersama bahwa aksi tawuran bukanlah solusi, melainkan tindakan yang dapat membawa dampak buruk bagi masa depan generasi muda.<i>Mk_03</i><br></p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/uploads/images/2026/09/_7365_Cegah-Tawuran-Berulang--Polsek-Talawi-Bersama-TNI-dan-Pemerintah-Datangi-Rumah-Remaja-di-Tanjung-Tiram.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/hukum-dan-kriminal/15/cegah-tawuran-berulang-polsek-talawi-bersama-tni-dan-pemerintah-datangi-rumah-remaja-di-tanjung-tiram/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Laporan Dugaan Korupsi Dana BOS Dilimpahkan ke Inspektorat, APDESU Pertanyakan Kejari Batu Bara</guid>
            <pubDate>Tue, 08 Sep 2026 12:21:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Laporan Dugaan Korupsi Dana BOS Dilimpahkan ke Inspektorat, APDESU Pertanyakan Kejari Batu Bara]]></title>
            <description><![CDATA[APDESU mempertanyakan pelimpahan laporan dugaan korupsi Dana BOS SDN 01 Labuhan Ruku ke Inspektorat serta menyoroti transparansi Kejari Batu]]></description>
            <content><![CDATA[<p>BATU BARA &ndash; Ketua Umum Aliansi Pemuda Desa Bersatu (APDESU) Indonesia, M. Adam Malik, mempertanyakan penanganan laporan dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah di SD Negeri 01 Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara. Laporan yang disampaikan kepada Kejaksaan Negeri Batu Bara itu disebut telah dikoordinasikan dengan Inspektorat setempat.</p>[adsense]<p>Adam mendatangi kantor Kejari Batu Bara pada Senin, 7 September 2026. Ia didampingi wartawan BITV Online, Muhamad Taufik. Namun, menurut Adam, Taufik tidak diizinkan masuk saat dirinya dipanggil menemui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus.Sebelum memasuki ruangan, Adam diminta menitipkan telepon genggam di loker dan menjalani pemeriksaan dengan alat pendeteksi. Ia kemudian mengikuti pertemuan seorang diri, sedangkan Taufik menunggu di luar.</p><p>Dalam pertemuan itu, kata Adam, pihak Kejari memperlihatkan sejumlah dokumen dan menjelaskan perkembangan laporan yang disampaikan APDESU beberapa bulan sebelumnya. Perkara tersebut disebut masih dalam tahap penyelidikan.Kejari, menurut Adam, telah mempelajari berkas dan bukti yang dilampirkan pelapor. Namun, institusi itu juga disebut telah dua kali mengirim surat kepada Aparat Pengawasan Intern Pemerintah atau APIP, dalam hal ini Inspektorat Kabupaten Batu Bara, untuk melakukan pemeriksaan.</p>[adsense]<p>"Kalau dari pemeriksaan Inspektorat ditemukan kerugian negara, hasilnya dapat disampaikan kepada Kejari untuk ditindaklanjuti. Begitu penjelasan yang saya terima," kata Adam seusai pertemuan.Mempertanyakan peran Inspektorat</p><p>Pelibatan Inspektorat membuat APDESU bertanya-tanya. Adam mengatakan organisasinya melaporkan perkara tersebut kepada Kejari karena menyangkut dugaan tindak pidana korupsi."Kami melapor kepada Kejari Batu Bara. Mengapa kemudian berkasnya dikoordinasikan atau diserahkan kepada APIP? Apakah memang begitu mekanismenya?" ujar dia.</p>[adsense]<p>Adam meminta Kejari menjelaskan apakah laporan itu tetap ditangani penyelidik atau baru akan diproses setelah Inspektorat menemukan kerugian negara. Ketidakjelasan posisi laporan, menurut dia, dapat menimbulkan keraguan terhadap kepastian penanganan pengaduan masyarakat.Wartawan BITV Online, Muhamad Taufik, juga mempertanyakan langkah tersebut setelah Adam keluar dari ruang pertemuan.</p><p>"Kenapa laporan yang disampaikan kepada Kejari harus lebih dahulu dikoordinasikan dengan Inspektorat?" kata Taufik.</p>[adsense]Perkara disebut bernilai kecil</p>[adsense]<p>Hal lain yang dipersoalkan APDESU adalah pembahasan mengenai nilai dugaan kerugian negara. Adam mengaku menangkap kesan bahwa Kejari lebih memprioritaskan perkara korupsi dengan nilai kerugian besar.Ia mempertanyakan dasar untuk menilai laporan tersebut sebagai perkara kecil. Sebab, kata Adam, belum ada penjelasan apakah penyelidik telah turun ke lapangan dan memeriksa pihak-pihak yang berkaitan dengan pengelolaan Dana BOS di SDN 01 Labuhan Ruku.</p><p>"Apakah kepala sekolah, bendahara, komite, penyedia, dan pihak lain yang terlibat sudah diperiksa? Kalau belum, bagaimana bisa disimpulkan perkara ini kecil?" ujar Adam.Ia juga mempertanyakan apakah pengelolaan Dana BOS di sekolah lain di Kabupaten Batu Bara telah diperiksa. Menurut dia, nilai dugaan kerugian semestinya ditentukan berdasarkan pemeriksaan, bukan perkiraan awal.</p>[adsense]<p>"Uang negara tetap harus dipertanggungjawabkan, berapa pun nilainya," katanya.Wartawan dilarang mendampingi</p><p>APDESU turut menyoroti keputusan Kejari yang tidak mengizinkan Muhamad Taufik mendampingi Adam dalam pertemuan. Pelarangan itu dinilai perlu dijelaskan karena pembicaraan menyangkut perkembangan laporan yang berkaitan dengan kepentingan publik.Adam juga meminta dasar kebijakan penitipan telepon genggam bagi tamu yang hendak menemui pejabat Kejari.<hr></p>[adsense]<p>"Kalau ada ketentuan yang melarang masyarakat membawa telepon genggam, alat perekam, atau didampingi wartawan, dasar aturannya perlu disampaikan secara terbuka," kata dia.Ia menyatakan dapat memahami penerapan prosedur keamanan di lingkungan Kejaksaan. Namun, pembatasan tersebut, menurut Adam, tidak seharusnya menimbulkan kesan bahwa pelayanan kepada masyarakat berlangsung tertutup.</p><p>"Kejaksaan merupakan lembaga negara dan kantornya melayani publik, bukan kantor pribadi," ujarnya.</p>[adsense]Adam mengatakan akan mempertanyakan kebijakan itu kepada Kejaksaan Agung. APDESU juga berencana meminta perhatian Presiden dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat mengenai keterbukaan lembaga penegak hukum dalam melayani masyarakat.</p>[adsense]<p>Menunggu kepastianAdam menegaskan bahwa APDESU tidak bermaksud mengintervensi penyelidikan. Kedatangan mereka, kata dia, merupakan bagian dari kontrol sosial sekaligus upaya memperoleh kepastian atas laporan yang telah disampaikan.</p><p>"Jika ditemukan pelanggaran dan kerugian negara, proses sesuai hukum. Jika tidak ditemukan, hasil pemeriksaannya juga harus dijelaskan kepada masyarakat," kata Adam.APDESU menyatakan akan terus memantau penanganan laporan dugaan penyimpangan Dana BOS tersebut. Organisasi itu meminta Kejari Batu Bara dan Inspektorat Kabupaten Batu Bara bekerja secara profesional, independen, serta transparan.</p>[adsense]<p>Sampai berita ini ditulis, keterangan mengenai isi pertemuan masih berasal dari Ketua Umum APDESU Indonesia. Kejari Batu Bara dan Inspektorat Kabupaten Batu Bara belum memberikan tanggapan untuk pemberitaan ini.</p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/uploads/images/2026/09/_2756_Laporan-Dugaan-Korupsi-Dana-BOS-Dilimpahkan-ke-Inspektorat--APDESU-Pertanyakan-Kejari-Batu-Bara.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/hukum-dan-kriminal/14/laporan-dugaan-korupsi-dana-bos-dilimpahkan-ke-inspektorat-apdesu-pertanyakan-kejari-batu-bara/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">WN Australia Dicegat di Bandara Ngurah Rai</guid>
            <pubDate>Wed, 26 Aug 2026 00:09:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[WN Australia Dicegat di Bandara Ngurah Rai]]></title>
            <description><![CDATA[Imigrasi Ngurah Rai mengamankan WN Australia berinisial BA yang viral terkait dugaan aksi asusila di Kuta Utara, Bali, saat hendak meninggal]]></description>
            <content><![CDATA[<p></p>[adsense]<p><b>JAKARTA &ndash;</b> Petugas Imigrasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengamankan seorang warga negara Australia berinisial BA yang viral di media sosial terkait video dugaan aksi asusila. Ia dicegat saat hendak meninggalkan wilayah Indonesia pada Selasa (25/8) sekitar pukul 12.00 WITA.</p><p>"Kasus ini bermula dari beredarnya video di media sosial pada Sabtu (23/8) yang memperlihatkan dugaan perbuatan asusila di halaman rumah warga di wilayah Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Ngurah Rai segera melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan Polsek Kuta Utara untuk memastikan informasi serta kronologi kejadian," ujar Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Muhamad Novyandri.</p>[adsense]<p>Data dalam Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) mengidentifikasi seorang warga negara Australia yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Sebagai langkah pencegahan, Imigrasi memasukkan data yang bersangkutan ke dalam Subject of Interest (SOI). </p><p>Dengan sistem tersebut, petugas dapat segera melakukan pemeriksaan apabila yang bersangkutan melintas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).</p>[adsense]<p>Upaya tersebut membuahkan hasil. Sistem keimigrasian mendeteksi hit SOI terhadap BA ketika berada di Terminal Keberangkatan Bandara Ngurah Rai. </p><p>Tim Imigrasi Ngurah Rai kemudian bergerak cepat melakukan pengamanan dan berkoordinasi dengan petugas TPI serta Polres Badung. Selanjutnya, BA diserahkan kepada Polres Badung untuk menjalani proses hukum sesuai dengan kewenangan kepolisian.</p>[adsense]<p>Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa setiap informasi dari masyarakat yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran oleh warga negara asing akan ditindaklanjuti secara cepat dengan melibatkan koordinasi bersama instansi terkait.</p><p>"Menjaga kedaulatan negara dimulai dari menjaga setiap pintu masuk dan keluar wilayah Indonesia. Imigrasi akan terus memperkuat pengawasan berbasis intelijen, teknologi, dan kolaborasi lintas instansi agar setiap potensi pelanggaran dapat dideteksi dan ditangani secara cepat, tepat, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," imbuhnya.</p>[adsense]<p>Hendarsam juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin dengan Kepolisian RI dalam penanganan kasus tersebut. </p><p>Menurutnya, semangat Imigrasi untuk Rakyat diwujudkan tidak hanya melalui pelayanan terbaik, tetapi juga dengan memastikan pengawasan terhadap keberadaan orang asing dilakukan secara profesional.</p>[adsense]<p>"Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan dugaan pelanggaran keimigrasian maupun tindak pidana oleh orang asing di sekitarnya melalui kanal resmi Imigrasi atau kantor imigrasi terdekat," pungkasnya.<hr></p><p></p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/uploads/images/2026/08/_2369_WN-Australia-Dicegat-di-Bandara-Ngurah-Rai.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/hukum-dan-kriminal/13/wn-australia-dicegat-di-bandara-ngurah-rai/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">&#039;Nggak Main-main&#039;, Prabowo Tantang Bahlil Kelarkan PLTS 100 GW dalam 3 Tahun, Iming-imingi Bintang Kehormatan</guid>
            <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 20:16:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA['Nggak Main-main', Prabowo Tantang Bahlil Kelarkan PLTS 100 GW dalam 3 Tahun, Iming-imingi Bintang Kehormatan]]></title>
            <description><![CDATA[JAKARTA  Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) ramp]]></description>
            <content><![CDATA[<p><p><b>JAKARTA -</b> Presiden <a href="https://www.buanatv.com/tag/prabowo-subianto/" target="_blank">Prabowo Subianto</a> menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) rampung dalam tiga tahun. Target tersebut disampaikan Prabowo di hadapan jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Danantara, PLN hingga Pertamina.</p>[adsense]<p>Prabowo bahkan meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (<a href="https://www.buanatv.com/tag/esdm/" target="_blank">ESDM</a>) <a href="https://www.buanatv.com/tag/bahlil-lahadalia/" target="_blank">Bahlil Lahadalia</a> memastikan target tersebut dapat dicapai.</p><p>"Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main. Target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun. Menteri <a href="https://www.buanatv.com/tag/esdm/" target="_blank">ESDM</a>, bisa dalam 3 tahun?" tanya Prabowo dalam acara peluncuran Program PLTS 100 GWp, Selasa (25/8/2026).</p>[adsense]<p>"Siap!" jawab Bahlil.</p><p>Prabowo kemudian meminta komitmen jajaran terkait untuk mengawal proyek tersebut. Mereka antara lain CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.</p>[adsense]<p>Menurut Prabowo, pembangunan PLTS 100 GWp merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan kedaulatan energi nasional.  Pemerintah ingin membuktikan bahwa target pembangunan dapat dicapai melalui kerja nyata.</p><p>"Kita buktikan lagi, ya. Nanti 3 tahun lagi kita kumpul lagi. Kita sekarang selalu bicara dengan bukti, ya!" ujar Prabowo.</p>[adsense]<p>Presiden juga menjanjikan penghargaan bagi jajaran yang berhasil menyelesaikan target tersebut lebih cepat dari waktu yang ditentukan.</p><p>Prabowo menyinggung keberhasilan program strategis pemerintah sebelumnya yang disebut mampu dicapai lebih cepat dari target. Ia kemudian menantang tim energi untuk melakukan hal serupa.</p>[adsense]<p>"Dulu swasembada pangan saya beri target 4 tahun, tim  ekonomi, tim pertanian, tim pangan berhasil 1 tahun. Berarti kalau saya kasih target 3 tahun untuk tim energi, ya. Nggak lah, udah 2 tahun lah, ya kan," kata Prabowo.</p>[adsense]<p>Dia bahkan menyebut akan memberikan tanda kehormatan apabila target pembangunan PLTS 100 GWp dapat dicapai dalam dua tahun.</p>[adsense]<p>"Kalau berhasil 2 tahun tim energi, dapat bintang lagi aku kasih tanda kehormatan," lanjutnya.<hr></p><p>Target pembangunan 100 GWp PLTS tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah mempercepat pengembangan energi surya dan memperkuat ketahanan energi nasional.</p>[adsense]<p>Namun, penyelesaian proyek dalam tiga tahun akan membutuhkan koordinasi lintas lembaga, kesiapan investasi, pembangunan infrastruktur pendukung serta percepatan eksekusi di lapangan.</p><p>Pemerintah kini menempatkan program PLTS 100 GWp sebagai salah satu proyek strategis dalam agenda transformasi energi nasional.* (d/dh)</p>[adsense]<p></p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/uploads/images/2026/08/_2379_--039-Nggak-Main-main--039---Prabowo-Tantang-Bahlil-Kelarkan-PLTS-100-GW-dalam-3-Tahun--Iming-imingi-Bintang-Kehormatan.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/Berita/2/039nggak-mainmain039-prabowo-tantang-bahlil-kelarkan-plts-100-gw-dalam-3-tahun-imingimingi-bintang-kehormatan/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">7.029 Kali Bumi Bergetar, BNPB Prediksi Gempa Susulan NTT Baru Reda Awal September</guid>
            <pubDate>Tue, 25 Aug 2026 20:11:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[7.029 Kali Bumi Bergetar, BNPB Prediksi Gempa Susulan NTT Baru Reda Awal September]]></title>
            <description><![CDATA[KUPANG Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 7.029 gempa susulan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama M]]></description>
            <content><![CDATA[<p><p><b>KUPANG </b>-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (<a href="https://www.buanatv.com/tag/bnpb/" target="_blank">BNPB</a>) mencatat 7.029 <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> utama Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026). Aktivitas <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan diperkirakan masih berlangsung hingga tiga sampai empat pekan setelah <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> utama atau sekitar awal September 2026.</p>[adsense]<p>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan <a href="https://www.buanatv.com/tag/bnpb/" target="_blank">BNPB</a> Berton SP Panjaitan mengatakan pola <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan masih akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.<br>"Pola ini (<a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> bumi susulan) akan berlangsung sampai 3-4 minggu setelah <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> utama terjadi," kata Berton, Selasa (25/8/2026).Berdasarkan data BMKG yang disampaikan <a href="https://www.buanatv.com/tag/bnpb/" target="_blank">BNPB</a>, <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan telah mencapai 7.029 kejadian. Kekuatan <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan bervariasi, mulai dari Magnitudo 6,2 hingga yang terkecil Magnitudo 1,1.</p><p>"Sebagaimana kita tahu bahwa <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> yang terjadi pada 15 Agustus 2026 bahwa berkekuatan 7,7 SR itu disertai <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan. Saat ini <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan sudah tercatat di BMKG sebanyak 7.029 kali," ujarnya.Aktivitas <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan juga dapat terjadi dengan frekuensi tinggi dalam satu hari. Pada Senin (24/8/2026) saja, tercatat 141 <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan.</p>[adsense]<p>Kondisi tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah terdampak masih harus meningkatkan kewaspadaan. Gempa susulan juga menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian warga memilih tetap berada di lokasi pengungsian.Sementara itu, <a href="https://www.buanatv.com/tag/bnpb/" target="_blank">BNPB</a> mencatat jumlah korban meninggal akibat dampak <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> NTT telah mencapai 103 orang hingga Selasa (25/8/2026).</p><p>Data tersebut mencakup korban yang meninggal akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari bencana <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a>. Selain korban meninggal, ribuan warga juga mengalami luka-luka dan terdampak kerusakan rumah maupun fasilitas umum.Pemerintah bersama <a href="https://www.buanatv.com/tag/bnpb/" target="_blank">BNPB</a> dan sejumlah instansi terkait terus melakukan penanganan di wilayah terdampak, termasuk pemantauan aktivitas <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a>, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan serta pemenuhan kebutuhan warga yang masih mengungsi.</p>[adsense]<p><a href="https://www.buanatv.com/tag/bnpb/" target="_blank">BNPB</a> mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah selama aktivitas <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan masih berlangsung.* (in/dh)Badan Nasional Penanggulangan Bencana (<a href="https://www.buanatv.com/tag/bnpb/" target="_blank">BNPB</a>) mencatat 7.029 <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> utama Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026). Aktivitas <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan diperkirakan masih berlangsung hingga tiga sampai empat pekan setelah <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> utama atau sekitar awal September 2026.Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan <a href="https://www.buanatv.com/tag/bnpb/" target="_blank">BNPB</a> Berton SP Panjaitan mengatakan pola <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan masih akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.<br>"Pola ini (<a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> bumi susulan) akan berlangsung sampai 3-4 minggu setelah <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> utama terjadi," kata Berton, Selasa (25/8/2026).</p><p>Temukan lebih banyak<br>Berita Lokal<br>hukum<br>Berita Olahraga</p>[adsense]    Baca Juga:</p>[adsense]<p>        11 Hari Diguncang 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 103 OrangBerdasarkan data BMKG yang disampaikan <a href="https://www.buanatv.com/tag/bnpb/" target="_blank">BNPB</a>, <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan telah mencapai 7.029 kejadian. Kekuatan <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan bervariasi, mulai dari Magnitudo 6,2 hingga yang terkecil Magnitudo 1,1.</p><p>"Sebagaimana kita tahu bahwa <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> yang terjadi pada 15 Agustus 2026 bahwa berkekuatan 7,7 SR itu disertai <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan. Saat ini <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan sudah tercatat di BMKG sebanyak 7.029 kali," ujarnya.Aktivitas <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan juga dapat terjadi dengan frekuensi tinggi dalam satu hari. Pada Senin (24/8/2026) saja, tercatat 141 <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan.</p>[adsense]<p>Kondisi tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah terdampak masih harus meningkatkan kewaspadaan. Gempa susulan juga menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian warga memilih tetap berada di lokasi pengungsian.<br>Temukan lebih banyak<br>Liputan Khusus<br>Berita Internasional<br>PolitikSementara itu, <a href="https://www.buanatv.com/tag/bnpb/" target="_blank">BNPB</a> mencatat jumlah korban meninggal akibat dampak <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> NTT telah mencapai 103 orang hingga Selasa (25/8/2026).</p><p>Data tersebut mencakup korban yang meninggal akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari bencana <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a>. Selain korban meninggal, ribuan warga juga mengalami luka-luka dan terdampak kerusakan rumah maupun fasilitas umum. Pemerintah bersama <a href="https://www.buanatv.com/tag/bnpb/" target="_blank">BNPB</a> dan sejumlah instansi terkait terus melakukan penanganan di wilayah terdampak, termasuk pemantauan aktivitas <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a>, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan serta pemenuhan kebutuhan warga yang masih mengungsi.<hr></p>[adsense]<p><a href="https://www.buanatv.com/tag/bnpb/" target="_blank">BNPB</a> mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah selama aktivitas <a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a> susulan masih berlangsung.* (in/dh)Artikel ini sudah tayang di www.bitvonline.com pada 25 Agustus 2026 pukul 20.08 WIB<br>Judul artikel: 7.029 Kali Bumi Bergetar, <a href="https://www.buanatv.com/tag/bnpb/" target="_blank">BNPB</a> Prediksi Gempa Susulan NTT Baru Reda Awal September<br>Link Artikel: https://www.bitvonline.com/nasional/76245/7029-kali-bumi-bergetar-bnpb-prediksi-<a href="https://www.buanatv.com/tag/gempa/" target="_blank">gempa</a>-susulan-ntt-baru-reda-awal-september/</p>[adsense]</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/uploads/images/2026/08/_537_7-029-Kali-Bumi-Bergetar--BNPB-Prediksi-Gempa-Susulan-NTT-Baru-Reda-Awal-September--Artikel-ini-sudah-tayang-di-www-bitvonline-com-pada-25-Agustus-202.png" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/Berita/1/7029-kali-bumi-bergetar-bnpb-prediksi-gempa-susulan-ntt-baru-reda-awal-september/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman</guid>
            <pubDate>Wed, 23 Jul 2025 20:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman]]></title>
            <description><![CDATA[Keberagaman adalah suatu keniscayaan yang ada dalam bangsa dan negara Republik Indonesia, dan sudah berakar sejak Republik ini didirikan. Ol]]></description>
            <content><![CDATA[<p>&lt;p&gt;Keberagaman adalah suatu keniscayaan yang ada dalam bangsa dan negara Republik Indonesia, dan sudah berakar sejak Republik ini didirikan. Oleh karena itu menghormati keberagaman juga suatu keniscayaan yang juga perlu dihormati oleh wartawan Indonesia. Namun demikian dalam kenyataannya kita masih melihat keberagaman ini di beberapa tempat menjadi suatu masalah karena tidak dikelola dengan baik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Alih-alih menjadi berkah, keberagaman kerap dianggap menjadi pemicu masalah sosial yang kerap berakhir menjadi musibah. Terlebih, sikap intoleransi di tengah masyarakat dewasa ini kian meningkat. Dalam isu kebebasan beragama, berbagai pemantauan yang dilakukan beberapa institusi, baik nasional maupun internasional, mendapati kenyataan bahwa negara bukan saja abai tetapi kerap aktif mendukung aksi-aksi perampasan hak asasi terhadap mereka yang dianggap berbeda (liyan).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setiap orang berhak diperlakukan sama dalam menjalankan agama atau keyakinan dan mengekspresikan dirinya sebagaimana dijamin Pancasila, UUD 1945, dan DUHAM. Pasal 28D menyebutkan, &quot;Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum&quot;. Dalam pemberitaannya, pers berkewajiban untuk menghormati hak tersebut, terlepas dari latar belakang agama, etnis, gender, dan lainnya secara adil dan setara.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pedoman ini merujuk pada Pasal 6 (b) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers1. Wartawan dalam mengawal fakta keberagaman dan kewajiban menghargai kebhinekaan yang artinya adalah melarang merendahkan atau melecehkan perbedaan, termasuk di dalamnya agama, secara jelas telah diatur dalam Pasal 8 Kode Etik Jurnalistik (KEJ)2.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Konflik-konflik berlatar identitas baik agama, etnis, dan aspirasi politik yang beragam masih kerap terjadi. Pers dalam memberitakan sebuah peristiwa, kerap dihadapkan pada satu situasi yang problematis menyangkut soal-soal sensitif di masyarakat. Selain memberitakan, pers juga memiliki tugas untuk mengedukasi publik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pedoman ini diperlukan mengingat Indonesia adalah negeri yang memiliki keberagaman suku, agama, etnis, gender, dan lainnya. Untuk itu pers perlu memiliki sikap hormat terhadap keberagaman yang ada dan sikap tersebut tercermin mulai dari pemilihan ide liputan, pelaksanaan liputan, hingga penulisan isu soal keberagaman tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pedoman ini diharapkan menjadi rujukan bagi pers dalam memberitakan isu keberagaman, sehingga pemberitaan pers tidak memuat prasangka, kebencian, dan mengobarkan konflik. Dengan pedoman ini pers dapat berkontribusi bagi penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;1. RUANG LINGKUP&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;a. Pers Indonesia yang dimaksud dalam pedoman ini merujuk pada institusi media dan individu wartawan&lt;br&gt;&lt;br&gt;b. Pemberitaaan adalah kegiatan mengumpulkan dan menyebarkan informasi yang dilakukan oleh para wartawan dengan berbagai kanal yang tersedia (koran, radio, televisi, media siber, dan lain-lain)&lt;br&gt;&lt;br&gt;c. Keberagaman adalah segala hal yang terkait dengan perbedaan identitas berdasarkan pandangan keagamaan atau keyakinan, ras, etnis, dan gender.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;2. PRINSIP DASAR MASALAH KEBERAGAMAN&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;a. Pers Indonesia wajib menjunjung tinggi konstitusi dengan menggunakan prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM), dengan tidak memberi pembenaran pada setiap pelanggaran HAM;&lt;br&gt;&lt;br&gt;b. Pers Indonesia menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan kelompok, baik agama, gender, dan etnisitas;&lt;br&gt;&lt;br&gt;c. Pers Indonesia menempatkan keselamatan kelompok rentan, dengan tidak menggiring opini dan memanipulasi fakta yang berpotensi memperluas konflik;&lt;br&gt;&lt;br&gt;d. Wartawan Indonesia mempertimbangkan untuk mengundurkan diri jika meliput hal-hal atau peristiwa konflik yang menyangkut keyakinan pribadinya yang akan menyebabkan bias di dalam menampilkan fakta dalam pemberitaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;3. PEMILIHAN TOPIK LIPUTAN&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;a. Pers Indonesia wajib mempelajari latar belakang peristiwa terkait dengan isu keberagaman&lt;br&gt;&lt;br&gt;b. Pers Indonesia wajib memiliki sensitivitas dan mempertimbangkan dampak yang mungkin terjadi ketika memberitakan isu keberagaman&lt;br&gt;&lt;br&gt;c. Pers Indonesia wajib menghormati kehidupan pribadi yang tidak berkaitan dengan kepentingan publik terkait dengan peliputan isu keberagaman&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;4. PEMILIHAN NARASUMBER DALAM LIPUTAN&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;a. Pers Indonesia wajib memilih narasumber yang kredibel dan kompeten dalam meliput isu keberagaman;&lt;br&gt;&lt;br&gt;b. Pers Indonesa wajib bersikap kritis terhadap setiap pernyataan narasumber dan tidak menampilkan pernyataan narasumber yang menjustifikasi terjadinya diskriminasi dan kekerasan;&lt;br&gt;&lt;br&gt;c. Pers Indonesia wajib melindungi identitas korban dan keluarganya sebagai narasumber jika pemberitaan tersebut dapat melanggengkan stigma, diskriminasi dan kekerasan lanjutan bagi yang bersangkutan;&lt;br&gt;&lt;br&gt;d. Pers Indonesia ketika meliput isu keberagaman tidak menampilkan identitas keluarga pelaku yang tidak terlibat dan tidak relevan dengan kasusnya;&lt;br&gt;&lt;br&gt;e. Pers Indonesia ketika meliput isu keberagaman wajib melakukan verifikasi ulang jika mengambil bahan pemberitaan dari media sosial.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;5. PENULISAN/PRODUKSI PEMBERITAAN ISU KEBERAGAMAN&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;a. Pers Indonesia tidak menggunakan kata-kata yang merendahkan, menghina, menampilkan stereotipe, menyebarkan prasangka terhadap suatu kelompok&lt;br&gt;&lt;br&gt;b. Pers Indonesia wajib menjaga akurasi, melakukan verifikasi serta menjaga keberimbangan dalam memberitakan isu keberagaman&lt;br&gt;&lt;br&gt;c. Pers Indonesia tidak mengedepankan sensasi dalam membuat judul berita serta mempertimbangkan dampaknya&lt;br&gt;&lt;br&gt;d. Pers Indonesia wajib memastikan judul berita mencerminkan isi dalam pemberitaan isu keberagaman&lt;br&gt;&lt;br&gt;e. Pers Indonesia wajib berhati-hati dalam memberikan atribusi yang tepat dan relevan serta dengan persetujuan narasumber&lt;br&gt;&lt;br&gt;f. Pers Indonesia wajib melindungi identitas anak-anak yang terkait dalam konflik keberagaman;&lt;br&gt;&lt;br&gt;g. Pers Indonesia tidak menggunakan kutipan yang berisi ujaran kebencian;&lt;br&gt;&lt;br&gt;h. Pers Indonesia tidak menggunakan kata atau istilah yang mendorong kebencian dan menghindari pelabelan negatif yang bisa memicu konflik, seperti &quot;sesat&quot;, &quot;kafir&quot;, &quot;menyimpang&quot;, &quot;tobat&quot;, &quot;pribumi&quot;, &quot;normal&quot; dan sejenisnya;&lt;br&gt;&lt;br&gt;i. Pers Indonesia tidak melakukan siaran langsung (live report) peristiwa yang berpotensi mengandung kekerasan, ujaran kebencian dan mengobarkan permusuhan;&lt;br&gt;&lt;br&gt;j. Pers Indonesia wajib menyebutkan keterangan waktu dan tempat yang jelas saat menampilkan gambar dari arsip;&lt;br&gt;&lt;br&gt;k. Pers Indonesia wajib tidak menampilkan foto, video, audio dan grafis yang menggambarkan kesadisan (darah, jenazah, dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya)&lt;br&gt;&lt;br&gt;l. Pers Indonesia wajib menyampaikan ralat jika terjadi kekeliruan pemberitaan sebelumnya dengan memberikan keterangan yang jelas m. Pers Indonesia wajib menghormati hak jawab dari narasumber sesuai dengan peraturan Dewan Pers tentang prosedur hak jawab&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;6. KOMENTAR ATAS PEMBERITAAN DAN USER GENERATED CONTENT&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;a. Pers Indonesia bertanggung jawab atas komentar-komentar terhadap berita yang ada pada kanal-kanal internal dan akun media sosial yang dimilikinya;&lt;br&gt;&lt;br&gt;b. Pers Indonesia bertanggung jawab memastikan agar komentar atas berita atau user generated content tidak menjadi ajang untuk penghakiman atau penghujatan atas kelompok-kelompok tertentu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;c. Pers Indonesia wajib menyediakan mekanisme yang memastikan penghapusan komentar-komentar yang dianggap berisi ujaran kebencian, dilakukan dengan hati-hati, proporsional dan memberikan kemungkinan kepada pengguna untuk melakukan pembelaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pengusul&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;PEDOMAN PEMBERITAAN ISU KEBERAGAMAN&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman ini diusulkan bersama-sama oleh lembaga di bawah ini untuk selanjutnya diserahkan ke Dewan Pers untuk dibahas dan disahkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Medan, 19 Desember 2018&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Pers nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut : b). Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.&lt;br&gt;&lt;/p&gt;</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/Berita/12/pedoman-pemberitaan-isu-keberagaman/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pedoman Pemberitaan Ramah Anak</guid>
            <pubDate>Wed, 23 Jul 2025 20:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pedoman Pemberitaan Ramah Anak]]></title>
            <description><![CDATA[Anak merupakan amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya, karena itu berhak mendap]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Anak merupakan amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya, karena itu berhak mendapatkan perlindungan. Selain itu, anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dari pemberitaan negatif agar mereka dapat tumbuh dengan wajar, hidup dalam lingkungan yang kondusif, dapat berkembang normal secara jasmani maupun rohani, untuk dapat mencapai kedewasaan yang sehat, demi kepentingan terbaik bagi anak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mencermati pemberitaan yang terkait dengan anak di tanah air, seringkali anak justru menjadi korban, obyek eksploitasi dan diungkapkan identitasnya antara lain wajah, inisial, nama, alamat, dan sekolah secara segaja ataupun tidak sengaja sehingga anak tidak terlindungi secara baik. Bahasa pemberitaan terkait anak terkadang menggunakan bahasa yang kasar dan vulgar. Media penyiaran juga kerap menampilkan sosok anak yang disamarkan menggunakan topeng atau diblur wajahnya namun masih bisa dikenali ciri-cirinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Indonesia telah meratifikasi konvensi hak anak dan membuat Undang-Undang yang melindungi hak anak dalam hal ini Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun terdapat perbedaan dalam pengaturan batasan usia terkait perlindungan anak. Antara lain dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (16 th), Kode Etik Jurnalistik (16 th), Undang-Undang Perlindungan Anak (18 th) dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (18 th) dengan Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (21 th), dan UU Administrasi Kependudukan (17 th).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Oleh Karena itu komunitas pers Indonesia yang terdiri dari wartawan, perusahaan pers dan organisasi pers bersepakat, membuat suatu Pedoman Penulisan Ramah Anak yang akan menjadi panduan dalam melakukan kegiatan jurnalistik. Wartawan Indonesia menyadari pemberitaan tentang anak harus dikelola secara bijaksana dan tidak eksploitatif, tentang suatu peristiwa yang perlu diketahui publik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pemberitaan Ramah Anak ini dimaksudkan untuk mendorong komunitas pers menghasilkan berita yang bernuansa positif, berempati dan bertujuan melindungi hak, harkat dan martabat anak, anak yang yang terlibat persoalan hukum ataupun tidak; baik anak sebagai pelaku, saksi atau korban.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang disepakati menggunakan batasan seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, baik masih hidup maupun meninggal dunia, menikah atau belum menikah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Identitas Anak yang harus dilindungi adalah semua data dan informasi yang menyangkut anak yang memudahkan orang lain untuk mengetahui anak seperti nama, foto, gambar, nama kakak/adik, orangtua, paman/bibi, kakek/nenek dan tidak keterangan pendukung seperti alamat rumah, alamat desa, sekolah, perkumpulan/klub yang diikuti, dan benda-benda khusus yang mencirikan sang anak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Adapun rincian Pedoman Pemberitaan Ramah Anak adalah sebagai berikut:&lt;br&gt;&lt;br&gt;1. Wartawan merahasiakan identitas anak dalam memberitakan informasi tentang anak khususnya yang diduga, disangka, didakwa melakukan pelanggaran hukum atau dipidana atas kejahatannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Wartawan memberitakan secara faktual dengan kalimat/narasi/visual/audio yang bernuansa positif, empati, dan/atau tidak membuat deskripsi/rekonstruksi peristiwa yang bersifat seksual dan sadistis.&lt;br&gt;&lt;br&gt;3. Wartawan tidak mencari atau menggali informasi mengenai hal-hal di luar kapasitas anak untuk menjawabnya seperti peristiwa kematian, perceraian, perselingkuhan orangtuanya dan/atau keluarga, serta kekerasan atau kejahatan, konflik dan bencana yang menimbulkan dampak traumatik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;4. Wartawan dapat mengambil visual untuk melengkapi informasi tentang peristiwa anak terkait persoalan hukum, namun tidak menyiarkan visual dan audio identitas atau asosiasi identitas anak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;5. Wartawan dalam membuat berita yang bernuansa positif, prestasi, atau pencapaian, mempertimbangkan dampak psikologis anak dan efek negatif pemberitaan yang berlebihan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;6. Wartawan tidak menggali informasi dan tidak memberitakan keberadaan anak yang berada dalam perlindungan LPSK.&lt;br&gt;&lt;br&gt;7. Wartawan tidak mewawancarai saksi anak dalam kasus yang pelaku kejahatannya belum ditangkap/ditahan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;8. Wartawan menghindari pengungkapan identitas pelaku kejahatan seksual yang mengaitkan hubungan darah/keluarga antara korban anak dengan pelaku. Apabila sudah diberitakan, maka wartawan segera menghentikan pengungkapan identitas anak. Khusus untuk media siber, berita yang menyebutkan identitas dan sudah dimuat, diedit ulang agar identitas anak tersebut tidak terungkapkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;9. Dalam hal berita anak hilang atau disandera diperbolehkan mengungkapkan identitas anak, tapi apabila kemudian diketahui keberadaannya, maka dalam pemberitaan berikutnya, segala identitas anak tidak boleh dipublikasikan dan pemberitaan sebelumnya dihapuskan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;10. Wartawan tidak memberitakan identitas anak yang dilibatkan oleh orang dewasa dalam kegiatan yang terkait kegiatan politik dan yang mengandung SARA.&lt;br&gt;&lt;br&gt;11. Wartawan tidak memberitakan tentang anak dengan menggunakan materi (video/foto/status/audio) dari media sosial.&lt;br&gt;&lt;br&gt;12. Dalam peradilan anak, wartawan menghormati ketentuan dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penilaian akhir atas sengketa pelaksanaan Pedoman ini diselesaikan oleh Dewan Pers, sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Peraturan-Peraturan Dewan Pers yang berlaku.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/Berita/11/pedoman-pemberitaan-ramah-anak/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kode Etik</guid>
            <pubDate>Tue, 11 Mar 2025 13:32:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kode Etik]]></title>
            <description><![CDATA[ Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, UndangUndang Dasar 1945, dan Deklarasi ]]></description>
            <content><![CDATA[<p> Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme.</p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/Berita/10/kode-etik/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Info Iklan</guid>
            <pubDate>Tue, 11 Mar 2025 13:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Info Iklan]]></title>
            <description><![CDATA[ Untuk informasi pemasangan iklan silakan menghubungiPT Buana Media IndependenJalan Haji Anif No 9, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Untuk informasi pemasangan iklan silakan menghubungi:&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;PT Buana Media Independen&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Jalan Haji Anif No 9, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Call Center :&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Telp : (061) 44031037&lt;br&gt;e-mail : buanatvofficial@gmail.com&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Informasi Harga Iklan :&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Andika (082320001212)&lt;br&gt;Krisna (081236778249)&lt;br&gt;Suaiba  (085370070092)&lt;br&gt;Taufik (085296917008)&lt;br&gt;Aby (08126342275)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; </p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/Berita/9/pasang-iklan/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Stop Pers</guid>
            <pubDate>Tue, 11 Mar 2025 11:13:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Stop Pers]]></title>
            <description><![CDATA[Apabila nama tersebut di bawah ini masih membawa nama media buanatv.com bukan merupakan tanggung jawab kami  Kabiro Asahan DenySUKRI YUNUS]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apabila nama tersebut di bawah ini masih membawa nama media &lt;b&gt;buanatv.com&lt;/b&gt; bukan merupakan tanggung jawab kami :&lt;br&gt;&lt;br&gt; Kabiro Asahan: Deny&lt;br&gt;&lt;br&gt;SUKRI YUNUS SE., C.HRA&lt;br&gt;&lt;br&gt; IKHSANUL A HASIBUAN Wartawan Medan&lt;br&gt;&lt;br&gt;ADI Wartawan Asahan&lt;br&gt;&lt;br&gt;HAMDANI Wartawan Medan&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mohlis Wartawan Kalbar&lt;br&gt;&lt;br&gt;Zainal Kabiro Jakarta&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Nardi Kabiro SERGEI&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Laazar Wartawan Kupang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jonson Pratama Deli serdang&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;/p&gt; </p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/Berita/8/stop-pers/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Disclaimer</guid>
            <pubDate>Tue, 04 Feb 2025 17:39:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Disclaimer]]></title>
            <description><![CDATA[ Informasi yang terdapat dalam website ini adalah untuk tujuan umum saja. Informasi ini disediakan oleh bitvonline.com dan kami senantiasa b]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;p&gt; Informasi yang terdapat dalam website ini adalah untuk tujuan umum saja. Informasi ini disediakan oleh bitvonline.com dan kami senantiasa berusaha untuk menjaga informasi yang aktual dan benar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kami tidak membuat pernyataan atau jaminan apapun, tersurat maupun tersirat, tentang akurasi kelengkapan, kesesuaian, atau ketersediaan ke situs web atau informasi, produk, jasa, atau gambar terkait yang terdapat pada website ini untuk tujuan apapun.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setiap ketergantungan yang anda tempatkan pada informasi tersebut adalah risiko anda sendiri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam hal apapun kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan termasuk tanpa batasan, kerugian tidak langsung atau kerusakan apapun yang timbul dari hilangnya data atau keuntungan yang timbul dari penggunaan website ini.&lt;/p&gt; ]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/Berita/7/total-disclaimer/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kebijakan Privasi</guid>
            <pubDate>Tue, 04 Feb 2025 17:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kebijakan Privasi]]></title>
            <description><![CDATA[Kami di BUANATV.COM berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Kebijakan privasi ini menjelaskan ]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;p&gt;Kami di BUANATV.COM berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Kebijakan privasi ini menjelaskan hak dan kewajiban kami sebagai penyedia konten, serta hak Anda sebagai pengguna layanan kami.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Hak Cipta dan Penggunaan Konten&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seluruh konten yang dipublikasikan di BUANATV.COM, termasuk namun tidak terbatas pada berita, artikel, foto, video, dan grafis, merupakan hak cipta yang dilindungi oleh undang-undang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penggunaan sebagian atau seluruh konten tanpa mencantumkan sumber akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kami menghargai kebebasan informasi, namun kami menentang segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan konten.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Validitas Informasi&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kami menjamin bahwa seluruh informasi yang diproduksi oleh redaksi BUANATV.COM telah melalui proses verifikasi yang berlandaskan pada kaidah jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jika Anda menemukan informasi yang dianggap tidak akurat atau merugikan, kami mengimbau Anda untuk menyampaikan keluhan melalui mekanisme yang telah diatur dalam undang-undang tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Konten Pihak Ketiga&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kami tidak bertanggung jawab atas keakuratan atau validitas data yang berasal dari sumber eksternal, termasuk opini, artikel tamu, atau konten kiriman dari pihak ketiga yang dipublikasikan di platform kami.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Hak Redaksi&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Redaksi BUANATV.COM berhak untuk:&lt;br&gt;&lt;br&gt;Memuat atau tidak memuat konten yang dikirimkan oleh pembaca.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mengedit atau menghapus konten yang dianggap tidak sesuai dengan kebijakan kami.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Tanggung Jawab&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kami tidak bertanggung jawab atas keterlambatan atau gangguan dalam penyampaian informasi yang dikutip sebagai referensi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jika Anda merasa dirugikan oleh perilaku pihak yang mengaku sebagai wartawan atau perwakilan iklan dari BUANATV.COM, segera hubungi kami untuk penanganan lebih lanjut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kami berkomitmen untuk melindungi hak Anda sebagai pembaca dan menjaga integritas informasi yang kami sampaikan. Kepercayaan Anda adalah prioritas kami.&lt;/p&gt; </p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/Berita/6/privacy-policy/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pedoman Media Siber</guid>
            <pubDate>Tue, 04 Feb 2025 17:27:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pedoman Media Siber]]></title>
            <description><![CDATA[  Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, UndangUndang D]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;p&gt;  Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Keberadaan media siber di Indonesia juga merupakan bagian dari kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Media siber memiliki karakter khusus sehingga memerlukan pedoman agar pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu Dewan Pers bersama organisasi pers, pengelola media siber, dan masyarakat menyusun Pedoman Pemberitaan Media Siber sebagai berikut:&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;1. Ruang Lingkup&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;a. Media Siber adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalistik, serta memenuhi persyaratan Undang- Undang Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers.&lt;br&gt;&lt;br&gt;b. Isi Buatan Pengguna (User Generated Content) adalah segala isi yang dibuat dan atau dipublikasikan oleh pengguna media siber, antara lain, artikel, gambar, komentar, suara, video dan berbagai bentuk unggahan yang melekat pada media siber, seperti blog, forum, komentar pembaca atau pemirsa, dan bentuk lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;2. Verifikasi dan keberimbangan berita&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;a. Pada prinsipnya setiap berita harus melalui verifikasi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;b. Berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;c. Ketentuan dalam butir (a) diatas dikecualikan, dengan syarat:&lt;br&gt;&lt;br&gt;1. Berita benar-benar mengandung kepentingan publik yang bersifat mendesak;&lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Sumber berita yang pertama adalah sumber yang jelas disebutkan identitasnya, kredibel dan kompeten;&lt;br&gt;&lt;br&gt;3. Subyek berita yang harus dikonfirmasi tidak diketahui keberadaannya dan atau tidak dapat diwawancarai;&lt;br&gt;&lt;br&gt;4. Media memberikan penjelasan kepada pembaca bahwa berita tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut yang diupayakan dalam waktu secepatnya. Penjelasan dimuat pada bagian akhir dari berita yang sama, di dalam kurung dan menggunakan huruf miring.&lt;br&gt;&lt;br&gt;d. Setelah memuat berita sesuai dengan butir (c), media wajib meneruskan upaya verifikasi, dan setelah verifikasi didapatkan, hasil verifikasi dicantumkan pada berita pemutakhiran (update) dengan tautan pada berita yang belum terverifikasi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;3. Isi Buatan Pengguna (User Generated Content)&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;a. Media siber wajib mencantumkan syarat dan ketentuan mengenai Isi Buatan Pengguna yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, yang ditempatkan secara terang dan jelas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;b. Media siber mewajibkan setiap pengguna untuk melakukan registrasi keanggotaan dan melakukan proses log-in terlebih dahulu untuk dapat mempublikasikan semua bentuk Isi Buatan Pengguna. Ketentuan mengenai log-in akan diatur lebih lanjut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;c. Dalam registrasi tersebut, media siber mewajibkan pengguna memberi persetujuan tertulis bahwa Isi Buatan Pengguna yang dipublikasikan:&lt;br&gt;&lt;br&gt;1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul;&lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan;&lt;br&gt;&lt;br&gt;3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.&lt;br&gt;&lt;br&gt;d. Media siber memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus Isi Buatan Pengguna yang bertentangan dengan butir (c).&lt;br&gt;&lt;br&gt;e. Media siber wajib menyediakan mekanisme pengaduan Isi Buatan Pengguna yang dinilai melanggar ketentuan pada butir (c). Mekanisme tersebut harus disediakan di tempat yang dengan mudah dapat diakses pengguna.&lt;br&gt;&lt;br&gt;f. Media siber wajib menyunting, menghapus, dan melakukan tindakan koreksi setiap Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan dan melanggar ketentuan butir (c), sesegera mungkin secara proporsional selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah pengaduan diterima.&lt;br&gt;&lt;br&gt;g. Media siber yang telah memenuhi ketentuan pada butir (a), (b), (c), dan (f) tidak dibebani tanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan akibat pemuatan isi yang melanggar ketentuan pada butir (c).&lt;br&gt;&lt;br&gt;h. Media siber bertanggung jawab atas Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan bila tidak mengambil tindakan koreksi setelah batas waktu sebagaimana tersebut pada butir (f).&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;4. Ralat, Koreksi, dan Hak Jawab&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;a. Ralat, koreksi, dan hak jawab mengacu pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Hak Jawab yang ditetapkan Dewan Pers.&lt;br&gt;&lt;br&gt;b. Ralat, koreksi dan atau hak jawab wajib ditautkan pada berita yang diralat, dikoreksi atau yang diberi hak jawab.&lt;br&gt;&lt;br&gt;c. Di setiap berita ralat, koreksi, dan hak jawab wajib dicantumkan waktu pemuatan ralat, koreksi, dan atau hak jawab tersebut.&lt;br&gt;Bila suatu berita media siber tertentu disebarluaskan media siber lain, maka:&lt;br&gt;&lt;br&gt;1. Tanggung jawab media siber pembuat berita terbatas pada berita yang dipublikasikan di media siber tersebut atau media siber yang berada dibawah otoritas teknisnya;&lt;br&gt;&lt;br&gt;2. Koreksi berita yang dilakukan oleh sebuah media siber, juga harus dilakukan oleh media siber lain yang mengutip berita dari media siber yang dikoreksi itu;&lt;br&gt;&lt;br&gt;3. Media yang menyebarluaskan berita dari sebuah media siber dan tidak melakukan koreksi atas berita sesuai yang dilakukan oleh media siber pemilik dan atau pembuat berita tersebut, bertanggung jawab penuh atas semua akibat hukum dari berita yang tidak dikoreksinya itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;d. Sesuai dengan Undang-Undang Pers, media siber yang tidak melayani hak jawab dapat dijatuhi sanksi hukum pidana denda paling banyak Rp500.000.000 (Lima ratus juta rupiah).&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;5. Pencabutan Berita&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;a. Berita yang sudah dipublikasikan tidak dapat dicabut karena alasan penyensoran dari pihak luar redaksi, kecuali terkait masalah SARA, kesusilaan, masa depan anak, pengalaman traumatik korban atau berdasarkan pertimbangan khusus lain yang ditetapkan Dewan Pers.&lt;br&gt;&lt;br&gt;b. Media siber lain wajib mengikuti pencabutan kutipan berita dari media asal yang telah dicabut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;c. Pencabutan berita wajib disertai dengan alasan pencabutan dan diumumkan kepada publik.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;6. Iklan&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;a. Mediasiber wajib membedakan dengan tegas antara produk berita dan iklan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;b. Setiap berita/artikel/isi yang merupakan iklan dan atau isi berbayar wajib mencantumkan keterangan &ldquo;advertorial&rdquo;, &ldquo;iklan&rdquo;, &ldquo;ads&rdquo;, &ldquo;sponsored&rdquo;, atau kata lain yang menjelaskan bahwa berita/artikel/isi tersebut adalah iklan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;7. Hak Cipta&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Media siber wajib menghormati hak cipta sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;8. Pencantuman Pedoman&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Media siber wajib mencantumkan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini di medianya secara terang dan jelas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;9. Sengketa&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Penilaian akhir atas sengketa mengenai pelaksanaan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini diselesaikan oleh Dewan Pers.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Jakarta, 3 Februari 2012&lt;/b&gt;&lt;br&gt;(Pedoman ini ditandatangani oleh Dewan Pers dan komunitas pers di Jakarta, 3 Februari 2012).&lt;/p&gt; ]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/Berita/5/pedoman-media-siber/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tentang Kami</guid>
            <pubDate>Sun, 02 Feb 2025 07:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tentang Kami]]></title>
            <description><![CDATA[ PT. BUANA MEDIA INDEPENDENAkte Notaris Nomor 03  YUDHISTIRA CRIESA ZEFANI TARIGANNOMOR SK KEMENKUMHAM AHU0127112.AH.01.11.TAHUN 202]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;p&gt; &lt;b&gt;PT. BUANA MEDIA INDEPENDEN&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Akte Notaris:&lt;/b&gt; Nomor 03 &ndash; YUDHISTIRA CRIESA ZEFANI TARIGAN&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;NOMOR SK KEMENKUMHAM&lt;/b&gt;: AHU&ndash;0127112.AH.01.11.TAHUN 2023, Tanggal 07 Juli 2023&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;NPWP:&lt;/b&gt; 39.601.010.0-125.000&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;SERTIFIKAT STANDAR:&lt;/b&gt; 11082300855340003&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Nomor Induk Berusaha (NIB):&lt;/b&gt; 1108230085534&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Alamat Kantor: &lt;/b&gt;Jl. Haji Anif  No. 9, Desa Sampali Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara&lt;br&gt;Kode Pos: 20371&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;No.Telepon :&lt;/b&gt; +62 6144031037&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;No.HP/WA :&lt;/b&gt; +62 823 2000 1212 / +62 813 1313 8678 /&amp;nbsp;+62 812 6342 275&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Email:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;buanatvofficial@gmail.com&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;No.Rekening :&lt;/b&gt;&lt;br&gt;( BRI 5287 010000 35567 )&lt;br&gt;&lt;b&gt;A.N. PT BUANA MEDIA INDEPENDEN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;/p&gt; </p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/Berita/4/tentang-kami/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Redaksi</guid>
            <pubDate>Sun, 02 Feb 2025 07:24:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Redaksi]]></title>
            <description><![CDATA[PT BUANA MEDIA INDEPENDENNOMOR AHU0026418.AH.01.02.TAHUN 2025PEMIMPIN UMUMDr. JHS.Tanjung SH MHPEMIMPIN REDAKSIAbyadi Siregar (Nomor UKW Ut]]></description>
            <content><![CDATA[&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;PT BUANA MEDIA INDEPENDEN&lt;/b&gt;&lt;br&gt;NOMOR AHU-0026418.AH.01.02.TAHUN 2025&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;PEMIMPIN UMUM&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Dr. JHS.Tanjung SH MH&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;PEMIMPIN REDAKSI&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Abyadi Siregar &lt;br&gt;(Nomor UKW Utama: 1479-PWI/WU/DP/VII/2022/15/06/68)&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;WAKIL PEMIMPIN REDAKSI&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Muhammad Taufik&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;SEKRETARIS REDAKSI&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Mulyono &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;REDAKTUR PELAKSANA&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Raman Krisna&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;REDAKTUR&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Johan Sirait&lt;br&gt;Adelia Syafitri&lt;br&gt;Darmawan Puja Kusuma&lt;br&gt;Nurul Asmidar Simanjuntak &lt;br&gt;Mutiara Syahfitri Pulungan&lt;br&gt;Khamirud Zamil&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;WARTAWAN MEDAN&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Dodi Kurniawan-Wartawan Muda &lt;br&gt;(UKW: 24279-IJTI/Jda/DP/III/2023/01/08/87),&lt;br&gt;Alir Syah-Wartawan Muda &lt;br&gt;(UKW: 23374-PWI/Wda/DP/VI/2022/03/06/73),&lt;br&gt;Baharuddin Siregar&lt;br&gt;Zulkarnain&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;BENDAHARA UMUM&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Fatimah Juhra Pospos&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;MARKETING/IKLAN&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Krisna&lt;br&gt;Suaidah Pospos S.Pd&lt;br&gt;Aurelia Ariska Tanjung&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Email:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;buanatvofficial@gmail.com&lt;br style=&quot;box-sizing: border-box; color: rgb(0, 0, 0); font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; font-style: normal; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-indent: 0px; text-transform: none; widows: 2; word-spacing: 0px; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; background-color: rgb(255, 255, 255); text-decoration-thickness: initial; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial;&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;OMBUDSMAN&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Biman Munthe SH MH&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;PENASIHAT HUKUM&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Bili Juan Syahputra SH MH, Aan Madya Nofrianda SH&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;DISAIN GRAFIS &amp;amp; IT&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Heri &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;PERWAKILAN DAERAH&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Kotamadya Binjai&lt;br&gt;&lt;/b&gt;Hadyan Haqqul Yaqin Siregar&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Kabupaten Deliserdang&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Ahmad Sanusi Pospos &lt;br&gt;Agus Widana Nst &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Kabupaten Simalungun&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Azrin Maryda&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Kabupaten Batubara&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Muhammad Taufik&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Kabupaten Tapsel/Padangsidimpuan&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Provinsi Jambi&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Erik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Provinsi Riau&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;JAKARTA PUSAT&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Hidayat &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;JABOTABEK&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Ida Bagus Wedha &lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Provinsi Bali&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;Situs Web: www.buanatv.com&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Youtube: www.youtube.com/@buanatvofficialnews&lt;br&gt;Facebook: www.facebook.com/buanatv.com&lt;br&gt;Instagram: www.instagram.com/buanatv.com&lt;br&gt;Tiktok: www.tiktok.com/@buanatv.com&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;                               &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; </p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buanatv.com/cdn/" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buanatv.com/Berita/3/susunan-redaksi/</link>
            <author><![CDATA[admin]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>